logo

bg-h4-whiteKolumnis

Sabtu, 12 Nov 2016 | 20:07

Dua Solusi Atasi Desain Motor Suzuki Jelek, Semoga Jadi Masukan

Penulis : Cah Bagus
img1

img1

Cah Bagus

Masih inget lagunya Slank.. yang liriknya begini;

Kau nggak tahu apa yang terjadi
Lihat2 lah disana sini
Perubahan kini.. cepat sekali
Kau nggak pernah perduli..
nggak mau ambil pusing
Karna kamu.. Kamu terlalu acuh.. Oh kasih

# Reff:
Oh pacarku (Oh Suzuki 2W) kamu kok kampungan
Oh pacarku (Oh Suzuki 2W) ketinggalan zaman

Pas banget kan buat nyanyiin Suzuki dalam konteks desain motor-motornya. Maaf.. maaf kata ya.. Kurang oke bro, bahkan sampai Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 yang muncul belakangan pun masih enggak Indonesia banget.

Mulai dari Suzuki Nex misalnya, ini skutik menurut beberapa media besar yang rajin lakukan komparasi kaya Motor Plus atau Otomotif enggak kalah kencang dan irit dari BeAT dan Mio lho! Lari kenceng, ringan, materialnya oke tapi kenapa enggak laku Hehee.. Salah satunya karena desainnya kurang oke..

Atau Inazuma, wah, buntutnya kaya piringan ufo bro! Shrould tangkinya busyet dah gede amat, belom lagi sepatbor depannya kedodoran. Tapi soal performa, yang suka turing naik Inazuma pasti salaman sama saya, enggak ada capek pinggang meski jalan jauh, nyaman abeeeess..

Terus lanjut Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150.. Kok begini amat ya, lampu depannya aneh banget deh, terus jok belakangnya kenapa tinggi banget tapi jok depannya datar hehe aneh.. Jok belakang di R15 aja dikomplain banyak orang karena ketinggian, makanya Honda bikin yang lebih bersahabat di CBR150R dan Yamaha siap-siap ubah desain, lah ini malah adopsi kesalahan orang lain..

Enggak asal jelek-jelekin, Cah Bagus coba kasih solusi yaaa... ada dua..

Pertama :
Copi paste aja deh startegi Honda yang udah jelas-jelas CBR150R-nya lebih laris dari R15. (Data AISI bilang CBR150R jualan Jan-Sep 2016, 60.080 unit, R15 cuma 45.513 unit). Menurut Honda, di segmen ini sesuai hasil riset internalnya, orang Indonesia suka desain futuristik yang tajam-tajam. Bukan membulat, melengkung atau bergelombang, langsung tajam dan agresif aja!

Jadi bikin aja desain yang mirip CBR150R, jadikan futuristik, tajam dan agresif jadi panduannya. Titik..

Kedua :
Copi pasti strategi Kia. Mobil KIA ini sebelumnya di Eropa dan Amerika terkenal jadi mobil murah yang desainnya katrok. Tapi sekarang, hemmmm.. Gurih banget bentuknya sob! Caranya? Bajak desainer top dunia...

KIA Motors Corporation dan Hyundai Motors Group memiliki desainer handal, dia adalah Peter Schreyer yang menjabat President and Chief Design Officer. Orang Jerman ini dulunya pernah desain mobil-mobil Audi dan Volkswagen. Makanya desain KIA sekarang mirip mobil Eropa kan?

Cukup? Enggak bro, tahun lalu KIA membajak desainer asal Belgia, Luc Donckerwolke yang merupakan desainer mobil premium Bentley. Nah loh! Asyik kan... Kalau gitu, Suzuki bajak aja desainer top, dari pabrikan motor yang desainnya keren-keren. Boleh intip desainer Ducati, MV Agusta, atau Jepang lainnya kaya Honda dan Yamaha

Ya sudah, semoga saja jadi bahan renungan buat Suzuki.. Bukan mau menghina atau black campaign, tapi wujud kerinduan Cah Bagus, sama Suzuki di era Satria 120, Crystal (dulu pernah punya nih) atau FXR150 yang penuh inovasi, melampaui ekspektasi konsumen di masa itu. Jossss kangen deh bro...

Kolumnis adalah fitur citizen journalism, setiap konten (teks, foto, video dan infografis) menjadi tanggung jawab kolumnis (penulis) itu sendiri. Redaksi Otojurnalisme.com tidak bertanggungjawab atas segala tuntutan dari pihak manapun atas konten yang ditayangkan oleh kolumnis.
SHARE THIS ARTICLE :

Profile

Cah Bagus
cahbagus.otojurnalisme.com

Join Date : Senin, 24/10/2016 11:01

Pojok Kolumnis


ARIPITSTOP
Aripitsto
Elang
Elang
Dhika
Dhika
Mr. OtoMen
Mr. Otome
SW218
Sw218
Jusripulubuhu
Jusripulu
Bagjaisme
Bagjaisme
Cah Bagus
Cah Bagus

Video

logo1

OTOJURNALISME.COM adalah portal berita otomotif pertama di Indonesia yang mengkolaborasikan konten JURNALISTIK dan ulasan para KOLUMNIS yang expert di bidang otomotif
Alamat : Jl. Tanjung Barat Raya No. 11 A Jakarta Selatan - DKI Jakarta - Indonesia
Telp: 021-22701245
email: redaksi@otojurnalisme.com
Facebook
Twitter